TIMESINDONESIA, LAMONGAN – 1 September 2018, menjadi momen bersejarah bagi Universitas Islam Lamonganatau Unisla. Apa sebab, Unisla secara resmi menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP PP) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi(BNSP).Lisensi LSP PP diserahkan langsung oleh Ketua BNSP, Sumarna F. Abdurahman, kepada Rektor Unisla Bambang Eko Muljono, tepat di momen Wisuda ke-15 Unisla, di depan kampus, Jalan Veteran Nomor 53 A, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim). “Lisensi dari BNSP sebagai bentuk pengakuan negara kepada institusi,” kata Sumarna, Sabtu, (1/9/2018).Sumarna yang juga didaulat menyampaikan orasi ilmiah di Wisuda ke-15 ini, menyatakan dukungannya atas keinginan Unisla membentuk LSP PP.“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi kepada Universitas Islam Lamongan khususnya kepada bapak Rektor yang sangat personsif untuk mengembangkan sistem ini di lingkungan Universitas Islam Lamongan, dengan membentuk LSP Pihak 1,” ucapnya.Lebih lanjut Sumarna menyebut, adanya penerapan standar kompetensi ini, akan lebih menjamin tingkat daya saing lulusan Unisla dalam memasuki pasar kerja.“Adanya sertifikasi kompetensi untuk memastikan kompetensi dari lulusan,” ujarnya.Ia pun menegaskan, sandar kompetensi sebagai pencerminan dan kebutuhan industri, serta dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan kewirausahawan. “Dan tantangan memasuki era industri 4 poin O yang diwarnai dengan perkembangan teknologi digital yang otomatisasi,” tutur Sumarna usai menyerahkan Lisensi LSP PP kepada Universitas Islam Lamongan atau Unisla(*)